Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan

Tips Komposisi Kamera: 1 Subjek Dengan 6 Cara Memotret

By herry on Rabu, 02 Oktober 2013


Dengan sudut pandang dan lensa yang berbeda secara dramatis dapat mengubah tampilan foto, seperti di kutip dari digital camera world ada beberapa tips komposisi paling baik di kamera dan bagaimana cara untuk memotret sebuah subjek dengan cara yang berbeda untuk efek yang berbeda pula .

Framing foto tidak hanya bagaimana menggunakan aturan komposisi foto seperti leading lines, aturan pertiga atau termasuk foreground. hanya mengubah posisi dan mencoba dengan berbagai lensa dengan panjang fokus yang berbeda adalah dua cara terbaik agar mendapatkan foto baru dan lebih menarik .

Kadang kita selalu terbelenggu dengan kebiasaan menggunakan sudut pandang yang sama pada saat pengambilan gambar, maka dengan latihan kita bisa lebih merubah kebiasaan tersebut untuk mendapat foto yang lebih menarik tentunya.

Coba yang sederhana, subjek diam seperti bangunan, dengan memotretnya dari sudut pandang pertama yang Anda temukan lalu kemudian coba dengan enam sudut pandang dan komposisi yang lain.
Untuk masalah framing dan komposisi, jika sedang berusaha untuk melihat sudut pandang yang baru, cocokan dengan lensa yang berbeda dan coba mialnya jika biasanya memotret subjek dengan lensa lebar atau wide, coba dengan lensa tele atau menggunakan zoom fokus terpanjang, temukan sudut pandang yang sesuai dengan panjang fokus, tapi jangan lupa dengan kondisi pencahayaan yang berbeda juga akan memberi perubahan pada foto, contohnya dengan menunggu matahari terbenam saat matahari terbit, kita akan menemukan kalau arah dan warna cahaya dapat menginspirasi kita dalam usaha mencoba foto yang sangat berbeda dengan foto yang di ambil siang hari .

1. Komposisi  Pertama Sudut Pandang klasik


Foto: Digital Camera World

Memotret dengan lensa zoom standar yang terlebar, diambil dari jarak yang memungkinkan kita memotret subjek tanpa memiringkan kamera akan memberikan gambar yang baik secara teknis dengan mengikuti aturan komposisi klasik seperti aturan pertiga dan foreground akan meningkatkan hasil foto kita.

2. Komposisi Kedua Lebih Mendekat


Foto: Digital Camera World
Satu cara yang dramatis dalam memotret suatu subjek adalah dengan lebih dekat dan dengan menggunakan lensa wide-angle.

Dengan sudut pandang lebih dekat memungkinkan kita untuk meningkatkan perspektif apalagi dengan memiringkan kamera untuk hasil yang lebih ekstrim.

3. Komposisi Ketiga Gunakan Depth-Of-Field (DOP) Yang Dangkal


Foto: Digital Camera World

Dengan memilih aperture terlebar yang ada pada lensa kita, dan panjang fokus terpanjang maka akan menghasikan latar depan tajam dan latar belakang subjek blur dalam memotret.

4. Komposisi Keempat Tampilkan Suasana Lingkungan


Foto: Digital Camera World

Berusaha tidak selalu harus mengisi seluruh frame foto dengan subjek utama. Cobalah memotret dari sudut pandang yang lebih jauh untuk menyertakan suasana lingkungan sekitarnya dan menempatkan subjek foto dalam konteks.

5. Komposisi Kelima Menekan Perspektif


Foto: Digital Camera World

Perspektif dalam foto ditentukan oleh sudut pandang, dengan memotret subjek dari jarak sudut pandang yang jauh akan membuat subjek tampak lebih dekat ke latar belakang, efektif untuk menekan perspektif. maka untuk mengisi frame dengan subjek kita harus menggunakan lensa tele atau dengan fokus terpanjang yang telah tersedia pada lensa kita.

Kita bisa meng-croping gambar agar mendapatkan efek yang sama dengan menggunakan lensa panjang, dengan resiko kehilangan resolusi.

6. Komposisi Keenam Menjauh Untuk Pandangan Lebih Luas


Foto: Digital Camera World

Kita bisa juga menggunakan lensa wide angle jika ingin memberikan kesan panorama seluruh daerah di sekitar subjek foto kita.

Memotret saat matahari terbenam dengan kondisi pencahayaan yang berbeda merupakan cara lain untuk mengubah tampilan hasil foto kita.
More aboutTips Komposisi Kamera: 1 Subjek Dengan 6 Cara Memotret

Cara Agar Mendapatkan Gambar Yang Tajam Dengan Lensa Makro

By herry on Selasa, 20 Agustus 2013


 
Foto: Digital Camera World

Bagaiman cara untuk membuat foto setajam mungkin dengan lensa kamera kita, disini akan dijelaskan bagaimana cara menggali potensi close-up pada lensa makro dan kita akan menemukan dunia baru di setiap lokasi foto .

Lewat lensa makro memungkinkan kita untuk memasuki dunia yang tidak terlihat oleh penglihatan biasa. biasanya fotografer mengisi frame dengan subyek kecil, tapi mereka jauh lebih fleksibel daripada hanya dengan menjadikan alat untuk memotret close-up.

Kebanyakan ukuran lensa makro memiliki panjang fokus antara 35mm sampai dengan 200mm, dengan aperture maksimum yang cukup besar membuatnya sempurna jika ingin membuat blur latar belakang.

Tapi bila digunakan pada jarak normal atau biasa, kita juga bisa menggunakan lensa makro seperti lensa prime, dan biasanya lensa makro dengan aperture maksimum sekitar f/2.8, yang akan membuat depth of field (dof) yang dangkal atau tipis. Jika jarak dekat maka lensa makro benar-benar bisa lebih dekat dengan subjek hanya beberapa milimeter saja dengan tetap bisa fokus dan tajam.

Untuk itu kita harus beralih ke manual fokus dan hati-hati dalam mengambil fokus pada bagian dari subjek yang kita ingin menjadikannya tajam.

Jika subjek diam kita bisa memanfaatkan penggunaan tripod agar membuat ketajaman yang maksimal. apabila kesulitan untuk memfokus secara akurat melalui jendela bidik maka kita coba gunakan modus live view kamera dan zoom in sampai habis untuk memeriksa fokus dan ketajaman.

Ketika makro tidak benar-benar makro

Ketika kita menemukan embel-embel kata "makro" pada lensa zoom, maka tidak berarti itu akan memberikan hasil gambar yang sama seperti pada lensa 'makro sejati'. Makro pada sebagian besar lensa zoom berarti bahwa kita mungkin dapat fokus sedikit lebih dekat ke subyek daripada lensa lain yang serupa, namum tidak akan mampu untuk fokus pada subjek yang lebih kecil banget seperti semut atau serangga kecil lainnya kecuali dengan bantuan filter close up.

Kita dapat membeli lensa makro dengan panjang fokus berapapun antara 35 sampai 200mm, perbedaan utama dalam menggunakan lensa ini yaitu jarak antara kita dengan subjek pada perbesaran yang sama, yang sekilas jarak terdengar tidak penting namun bila dengan jarak yang lebih jauh dari subyek seperti serangga misalnya kita tidak akan membuat mereka takut dan meninggalkan kita.

Hati-hati dengan bayangan

Memotret gambar dengan lensa focal-length pendek seperti makro 50mm berarti jarak lensa hanya beberapa sentimeter dari subjek. maka secara tidak sengaja dapat membuat bayangan kita atau kamera kita pada subjek. jadi hati-hati dan jika perlu harus siap untuk mengubah posisi sedikit.
More aboutCara Agar Mendapatkan Gambar Yang Tajam Dengan Lensa Makro

10 Kesalahan Fotografi Landscape Dan Cara Memperbaikinya

By herry on Jumat, 12 Juli 2013

10 Kesalahan Fotografi Landscape Dan Cara Memperbaikinya

Fotografi landscape adalah genre fotografi yang paling populer dengan gambar yang luar biasa yang bisa menginspirasi kita. tapi terlepas dari itu ada beberapa kesalahan yang sering jadi masalah bahkan untuk fotografer berpengalaman sekalipun.
 
Angela Nicholson mengumpulkan beberapa daftar kesalahan yang paling umum fotografi landscape oleh setiap fotografer yang disertai dengan tips agar bisa membantu kita menghindari kesalahan tersebut agar tidak terjadi lagi


1. Kesalahan Fotografi Landscape Pertama: Garis horison miring


Foto: Digital Camera World
 
Kadang kita kurang mampu memegang kamera dengan level sejajar dan horisontal, membuat garis lurus cakrawala / garis horison ketika kita memotret dari sudut yang tidak biasa adalah hal yang sulit dan jika tidak bisa melakukannya dengan benar terpaksa kita harus memutar dan memotong gambar pada perangkat lunak seperti photoshop misalnya apalagi jika ada unsur air atau laut di dalamnya.

Gunakan alat seperti bubble-level pada tripod atau banyak kamera sekarang memiliki level indikator digital built-in yang bisa ditampilkan di viewfinder atau layar LCD kamera tersebut, cek apakah kamera kita memiliki fitur tersebut

2. Kesalahan Fotografi Landscape Kedua: Latar depan dan/atau horizon tidak tajam


Foto: Digital Camera World

Mungkin ada beberapa pengecualian kreatif, tapi biasanya foto landscape memerlukan depth of field dengan baik latar depan dan cakrawala yang tajam. caranya dengan menggunakan aperture yang relatif kecil dan fokus dengan hati-hati pada jarak yang tepat. fotografer landscape dikenal sebagai jarak hyperfocal. Ini adalah titik di mana kedalaman maksimum lapangan dibuat untuk panjang fokus dan pengaturan aperture.

Tersedia tabel jarak hyperfocal biasanya penggemar landscape banyak yang menggunakan aplikasi smartphone seperti DoF master atau TackSharp untuk mencari kombinasi jarak fokus, lensa dan aperture.jarak hyperfocal biasanya ada pada suatu titik sekitar sepertiga ke TKP .

3. Kesalahan Fotografi Landscape Ketiga: Gambar kabur / blur


Foto: Digital Camera World

Menggunakan aperture kecil berarti menggunakan kecepatan rana lebih lambat. pasti hal ini beresiko kamera goyang dan blur karena gerakan kamera yang tidak disengaja. Gunakan tripod daripada memaksa menaikan ISO yang mengakibatkan noise. lebih baik lagi bila gunakan mode mirror lock-up dan shutter jarak jau

4. Kesalahan Fotografi Landscape Keempat: Foreground/latar depan kosong


Foto: Digital Camera World

Ketika kita melihat sebuah gambar mata kita cenderung untuk mencari detil dan mengelola mengabaikan daerah yang tidak menarik. maka tanpa foreground kita terasa lebih jauh dari subyek foto tersebut. Maka solusinya adalah dengan cara menyertakan  sesuatu yang menarik di latar depan / foreground.


Foto: Digital Camera World

Lihat perbedaan kedua gambar diatas, mungkin dengan serumpun bunga, batu atau beberapa kerang di pantai misalnya, membuat foto lebih menarik dan lebih dekat dan seakan kita masuk dalam suasana.

5. Kesalahan Fotografi Landscape Kelima: Cahaya yang suram dan datar / flat


Foto: Digital Camera World

Fotografer profesional pasti akan menunggu selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan atau musim saat hanya untuk mendapatkan cahaya yang baik dan tepat untuk memotret.

Kualitas cahaya membuat perbedaan besar untuk gambar, namun bila terpaksa dengan kondisi cahaya yang kurang baik kita bisa beralih ke gambar monokrom atau hitam putih. memotret dengan file RAW, atau file RAW dan JPEG secara bersamaan dengan kamera diatur ke modus monokrom.

6. Kesalahan Fotografi Landscape Keenam: Bayangan terlalu keras


Foto: Digital Camera World

Kebalikan dari cahaya yang suram, sinar matahari yang kuat mebuat kontras yang berlebihan, karena umumnya aktu terbaik untuk memotret landscape yaitu pagi atau sore hari, saat matahari berada pada sudut yang lebih rendah. Semakin rendah sinar matahari lembut pagi dan sore menghasilkan bayangan bagus dan menonjolkan tekstur tanah.

7. Kesalahan Fotografi Landscape Ketujuh: Langit terlalu terang atau bagian tanah gelap


Foto: Digital Camera World

Langit over eksposur dan terlalu terang adalah musibah untuk setiap fotografer landscape, salah satu cara umum untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan filter GND pada lensa dengan bagian yang gelap dari filter itu diposisikan untuk bagian langit. walaupun ada perbedaan eksposur antara tanah dan langit namun tetap detail akan diperoleh. 
Fotografi digital menyediakan cara alternatif untuk masalah tersebut yaitu dengan teknik HDR untuk menggabungkan beberapa gambar yang diambil pada eksposur berbeda jadi satu frame.

8. Kesalahan Fotografi Landscape Kedelapan: Masalah saat menggunakan filter GND


Foto: Digital Camera World

Posisi bagian transisi filter sehingga terjadi tanpa disadari benda yang menjulang ke langit, seperti pohon yang tinggi, gedung atau juga dari puncak pegunungan, akan terdapat perubahan eksposur yang terlihat.

Masalah ini sulit bahkan dengan filter GND yang memiliki gradasi yang lembut sekalipun, sehingga ada teknik digital yang menawarkan alternatif yang bisa membantu asalkan berhati-hati dengan selektif atau masking ketika menggabungkan foto.

9. Kesalahan Fotografi Landscape Kesembilan: Miskin dalam komposisi


Foto: Digital Camera World

Saat kita dihadapkan dengan pemandangan yang menakjubkan itu mudah untuk memotret, tapi untuk foto landscape tetap selalu membutuhkan pertimbangan teliti. Dan penting sekali untuk melihat situasi dan menemukan sudut pemotretan yang ideal yang mencakup didalamnya latar depan dan  memanfaatkan komposisi yang mengamati aturan pertiga. yang membagi scene ke dalam tiga kolom berukuran sama dan tiga baris berukuran sama, dan menghasilkan grid sembilan persegi panjang. biasanya pada kamera memiliki tampilan grid aturan pertiga option tersebut pada layar LCD ataupun pada jendela bidik sebagai panduan. jangan menempatkan garis horison di tengah frame

10. Kesalahan Fotografi Landscape Kesepuluh: Detail yang kurang tajam


Foto: Digital Camera World

Meski menggunakan aperture kecil untuk meningkatkan kedalaman lapangan, area ketajaman pada foto, juga meningkatkan dampak dari difraksi, pembengkokan cahaya saat melewati blade aperture dan cahaya  tidak terfokus pada sensor yang berakibat gambar lembut dan kurang tajam. namun diminimalisir dengan menggunakan aperture yang 1 atau 2 stop lebih dari nilai aperture minimum yang tersedia.
More about10 Kesalahan Fotografi Landscape Dan Cara Memperbaikinya

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Dari Filter Close Up

By herry on Kamis, 06 Juni 2013


Memberikan daya pembesaran, baik ditumpuk atau digunakan secara individual, filter close-up menawarkan gambar makro seekor laba-laba dengan ukuran sekitar 1,5 cm jadi seperti ini

Berikut ini 5 hal yang harus diperhatikan saat menggunakan Filter Close Up :
  1. Apa yang di peroleh dalam pembesaran, kelemahannya kita akan kehilangan fokus subyek yang berada dalam jarak jauh. karena kamera hanya dapat fokus untuk jarak maksimum sekitar 10cm dari depan lensa. 
  2. Penumpukan beberapa filter close up mengakibatkan foto lebih rentan terhadap ghosting dan flare, cahaya dapat memantul antara masing-masing filter tersebut.
  3. Pada perbesaran yang lebih besar, maka kedalaman lapangan akan kurang sejalan. jadi pasti kita dipaksa untuk menembak dengan aperture yang cukup sempit, terutama untuk benda tiga dimensi, kelemahan filter close up adalah area tajam akan lebih sempit.
  4. Kita perlu menjaga kestabilan kamera DSLR agar tetap diam untuk memotret close-up, karena setiap goyangan pasti membuat hasil foto akan blur. Maka dengan menggunakan tripod adalah solusi yang terbaik
  5. Fokus menjadi sangat penting ketika kita sedang menggunakan filter close-up. dan lebih baik untuk menggunakan mode fokus secara manual, gunakan zoom Live View jika tersedia pada kamera kita.
More about5 Hal Yang Harus Diperhatikan Dari Filter Close Up

5 Filter Close Up Lensa Terbaik Untuk Makro

By herry

5 Filter Close Up Lensa Terbaik Untuk Makro

Layaknya kaca pembesar untuk bagian depan lensa biasa, filter ini bisa membuat subyek kecil terlihat besar. Sebagai aksesoris fotografi makro ini penting untuk dicoba dari 5 model untuk mengetahui yang terbaik filter close-up lensa kamera DSLR anda.

Diuji dengan beberapa subjek kecil untuk setiap filter lensa, dengan beberapa kondisi pencahayaan yang berbeda-beda pula. Dengan memeriksa kualitas gambar untuk ketajaman, kontras, warna dan distorsi.

1. Filter Cokin Close-up P103



Harga filter ini sekitar Rp. 300 ribuan Satu-satunya filter lensa yang tidak pakai dudukan ulir seperti filter umum, persegi dari seri P Cokin, sehingga membutuhkan dudukan dan ring adaptor.

Dengan kualitas tinggi dioptri +3 menawarkan kualitas gambar yang sangat baik. seperti yang diharapkan

Kelebihan Filter Cokin Close-up P103 : Ideal jika Anda sudah menggunakan Cokin P series filter

Kekurangan Filter Cokin Close-up P103 : ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan filter yang pakai ulir

Skor: 82%

2. Fiter Close-up Set Hama Macro



Harga sekitar Rp. 600 ribuan tersedia untuk ukuran diameter lensa dari 52mm sampai 67mm, filter kit Hama terdiri dari tiga lensa +1, +2 dan +4 perbesaran dioptri. terbuat dari kaca berkualitas tinggi, dan berlapis ganda di setiap sisi untuk meningkatkan kinerja optik. memerikan hasil dengan baik secara individu, dan kita dapat gunakan digabung untuk perbesaran hingga 7 dioptri, meskipun kontras gambar dapat turun sedikit.

Kelebihan Filter Close Up Set Hama:  filter kit serbaguna dan baik serta memberikan kualitas gambar yang baik

Kekurangan Filter Close Up Set Hama:: Sedikit penurunan kualitas gambar ketika filter semua dipasang digabung jadi satu

Skor: 80%

3. Filter Close-up Hoya



Harga sekitar 350 ribuan, Hoya bukan filter close-up kit, tetapi Anda dapat membeli secara terpisah dari +1, +2, +3, dan +4 dioptri,  dan ada juga 'Makro Close Up' +10 dioptri, tapi harga yang sedikit lebih mahal sekitar Rp. 700 ribuan

Khas filter Hoya kualitas sangat baik dengan fitur multi-coating dapat membantu kita dalam mengurangi refleksi dan meningkatkan transmisi cahaya.

Kelebihan Filter Close-up Hoya : kualitas yang baik dan harga yang wajar

Kelemahan Filter Close-up Hoya : lebih mahal dari beberapa filter kit jika membeli dua atau lebih

Skor: 85%

4. Filter Close-up Set SRB-Griturn



Harga sekitar Rp. 300 ribuan, SRB-Griturn adalah sebuah perusahaan di Inggris yang khususkan dalam kualitas filter dan adaptor.

Set ini berisi empat lensa di +1, +2, +4 dan +10 dioptri, dikemas dalam dompet yang lembut, ukuran diameter berkisar dari 52mm sampai 77mm dan harga nya sangat kompetitif.

Kualitas gambar yang sangat baik dari setiap filter jika digunakan satu persatu dan bahkan ketika disusun semuanya keempat filter tersebut, yang memberikan pembesaran sampai +17 dioptri. cukup menarik dengan harga yang terbilang murah.

Kelebihan Filter Close-up Set SRB-Griturn : kualitas yang sangat baik dan fleksibilitas yang besar dengan harga murah

Kekurangan Filter Close-up Set SRB-Griturn : permukaan nya sedikit lebih reflektif dari beberapa pilihan

Skor: 90%

5. Filter Close-up Set Tiffen



Harga sekitar Rp. 800 ribuan,  Close Up Set Tiffen tersedia dalam ukuran diameter  filter dari 37mm sampai 77mm, dan berisi dari tiga ukuran diopter di +1, +2 dan +3

Penumpukan ketiga filter sehingga sampai pembesaran +6 dioptri sedikit kurang baik dari kit Hama, dan secara substansial kurang baik dari kit SRB-Griturn. tapi ketajaman dan kontras yang sangat baik.
 
Kelebihan Filter Close-up Set Tiffen : Menghasilkan gambar dengan kualitas yang sangat baik

Kelemahan Filter Close-up Set Tiffen : Harga yang jauh lebih mahal daripada close up kit yang lain

Skor: 85%
More about5 Filter Close Up Lensa Terbaik Untuk Makro

Contoh Foto PreWedding Keren Outdoor Casual

By herry on Rabu, 15 Mei 2013


Ini adalah contoh foto prewedding keren outdoor casual dari Poetrafoto Photography, adalah fotografer profesional yang berbasis di kota Yogyakarta.

Klik pada foto akan membawa Anda ke halaman yang bersangkutan.







More aboutContoh Foto PreWedding Keren Outdoor Casual

Teknik Wildlife Fotografi Mudah Dan Sederhana Untuk Gambar Berkualitas

By herry

Teknik Wildlife Fotografi Mudah Dan Sederhana Untuk Gambar Berkualitas

Wildlife fotografi atau fotografi alam liar perlu kesabaran dan pendekatan yang terseting dengan baik. Dalam ulasan baru Shoot Like A Pro seri fotografi satwa liar ada beberapa teknik sederhana yang akan membantu kita lebih dekat dengan hewan yang ingin kita potret


Gambar oleh Mark Hamblin

Cara memotret satwa liar di taman
Kita tidak perlu melakukan pergi jauh untuk memotret gambar kreatif dari makhluk alam liar. karena banyak di taman juga bisa ditemui.

Seperti jenis lain fotografi satwa liar, kita membutuhkan lensa tele dan tripod yang baik untuk pendukungnya. contohnya memotret burung kecil, kecuali bila kita dapat memancing mereka lebih dekat dengan pakai umpan, kita butuh lensa dengan focal length sekitar 300mm-500mm untuk memotret.

Sensor kecil APS-C yang ditemukan di sebagian besar kamera DSLR sangat menguntungkan. dengan sensor APS-C bisa menangkap area yang lebih kecil dari gambar yang diproyeksikan oleh lensa yang dari sensor full-frame tidak bisa, jadi subjek akan tampak lebih besar dalam foto.

Dengan alasan tersebut maka perlu menerapkan 'panjang focal multiplier' dari salah 1.5x (untuk Nikon) atau 1.6x (untuk Canon) untuk di efektif focal length.

Maka lensa 300mm pada kamera APS-C memberikan bidang pandang yang setara dengan lensa 480mm pada kamera full-frame.


Gambar oleh Mark Hamblin

Latar belakang dibuat blur atau bokeh

Selain memberikan lebih banyak area jangkauan, lensa tele juga memberi lebih besar atas latar belakang blur, semakin panjang lensa semakin blur. Taman biasanya tampak dipenuhi dengan pohon, daun, ranting dll, sehingga membuat pilihan latar belakang bersih adalah perlu dengan memilih aperture lebar untuk membuat efek tersebut.


Gambar oleh Danny

Selain memotret burung di ranting pohon, coba untuk mengambil gambar dari spesies burung tertentu yang biasa di tanah.

Tembakan sejajar dengan tingkat mata subyek dengan membuat latar belakang dan latar depan blur akan sangat baik hasilnya.

Pengaturan kamera yang terbaik untuk fotografi satwa liar



1. Pilih mode yang tepat

Pilih mode berada pada mode Aperture Priority dan dengan aperture lebar (nomor f rendah, seperti f/5.6 atau f/6.3). yang akan membantu membuat blur latar belakang dan menambahkan kecepatan rana untuk kondisi pencahayaan juga. serta meningkatkan ISO untuk memberikan kecepatan rana sekitar 1/500sec untuk memotret burung.



2. Fokus dengan hati-hati

Jika sedang memotret hewan, kita harus pilih Single-shot atau Single-Shot AF, dan menggunakan titik AF tunggal untuk fokus di mata subyek tersebut. Jika memotret burung terbang atau hewan yang bergerak dengan cepat, pilihlah mode continyu atau AI Servo AF yang akan membuat lensa tetap menjaga subjek tajam.



3. Gunakan mode drive tercepat kamera

Gunakan mode drive tercepat kamera agar dapat menangkap urutan gambar, ini akan memastikan buffer kamera akan selalu siap beraksi.

Low angle dan live view

Kamera yang dilengkapi dengan layar LCD yang bisa diputar membuatnya lebih mudah untuk memotret lebih rendah, dengan mengaktifkan Live View, dengan memposisikan kamera di permukaan tanah dan layar LCD menghadap ke atas .

Pilihlah lokasi fotografi satwa liar yang tepat

Ketika kita tidak ada waktu untuk hunting ke alam liar. banyak tempat yang dekat untuk bisa kita jadikan lokasi, misalnya taman kota, kebun binatang, kolam atau cagar alam bisa jadi alternatif untuk itu.


Gambar oleh Mark Hamblin
 
Butuh lensa panjang sekaligus mendukung zoom wide-angle atau standar. satwa sering cukup dekat untuk dipotret, apalagi bila kita bawa makan sebagai umpan

Jangan lupa dasar-dasar fotografi satwa liar ketika Anda bepergian ke suatu tempat baru


Gambar oleh Mark Hamblin 
 
1. Berkonsentrasi dengan komposisi

Walaupun komposisi menempatkan subjek di tengah frame terlihat baik apalagi jika hewan tersebut menatap langsung pada lensa, tapi lebih baik jangan menempatkan nya di tengah frame agar hasil yang tampak alami, seperti foto diatas dengan memberikan lebih banyak ruang dengan tujuan agar memberi subjek itu ruang gerak.


Gambar oleh Mark Hamblin

2. Perhatikan latar belakang

Kadang kita lupa apa yang terjadi di belakang subyek tapi latar belakang dapat membuat atau menghancurkan foto kita. lihat foto gajah diatas, gajah seperti memiliki sebuah pohon yang tumbuh di kepalanya. coba meninggikan kamera agar dapat memberikan latar belakang rumput yang bersih.


Gambar oleh Mark Hamblin

3. Memotret dengan format RAW atau RAW dan JPEG

Memotret dalam format RAW, bukan hanya di format JPEG. maka format RAW memberikan kita banyak fleksibilitas dalam hal editing gambar nantinya, contoh foto diatas, sangat susah memotret hewan dengan warna gelap di lingkungan yang sangat terang, dan sebaliknya, namun dengan RAW memungkinkan kita untuk menyempurnakan kecerahan tersebut nanti.
More aboutTeknik Wildlife Fotografi Mudah Dan Sederhana Untuk Gambar Berkualitas

Extention Tube: Cara Murah Makro Ekstrim Close-up

By herry on Rabu, 08 Mei 2013

Extention Tube: Cara Murah Dan Mudah Makro Ekstrim Close-up



Temukan bagaimana cara menggunakan tabung ekstensi (extention tube) untuk memotret close-up fotografi makro dan hasil yang cukup baik tapi tanpa biaya yang mahal.

Jika ingin memotret fotografi makro, tetapi tidak mau mengeluarkan biaya banyak untuk membeli lensa makro khusus, dengan menggunakan extention tube mungkin jadi solusinya.

Extension Tube adalah sebuah tabung yang dipasang antara lensa dan kamera membantu kamera untuk fokus lebih dekat daripada  tanpa pakai tabung ekstensi, bahkan walaupun punya lensa makro khusus, kita juga masih dapat menggunakan tabung ekstensi tersebut. Memadukannya dengan lensa makro dan kita akan mendapatkan makro yang lebih besar dari biasanya.

Produsen extention tube biasanya membuat itu dengan 3 ( tiga ) set , dengan masing-masing ukuran yang berbeda, tetapi produsen kamera asli lebih cenderung menjualnya secara individu.

Ada dua jenis utama extention tube, dengan memakai koneksi elektronik untuk bisa otomatis, dan juga yang tidak memakai dan terpaksa harus mengatur eksposur dan fokus secara manual, dan membuat metering terbatas pada kamera DSLR.  tapi untuk harga kurang lebih Rp.150 ribu bisa jadi cara yang murah untuk fotografi makro.

Extention tube yang sepenuhnya bisa secara otomatis jauh lebih nyaman karena kita dapat mengaktifkan fitur seperti metering dan autofocus tapi harganya bisa 5 kali lebih mahal dari yang biasa.

Cara menggunakan extention tube



1. Pasang extention tube

Tabung dipasang antara lensa dan kamera, jadi kita harus mencopot lensa terlebih dulu. kemudian pasang tabung ke bagian belakang lensa sesuai kombinasi ke kamera. Semakin banyak kita memasang tabung tersebut, semakin dekat bisa dekat  fokus ke subjek



2. Sesuaikan pengaturan kamera 

Beberapa tabung ada yang bekerja secara otomatis, tetapi tetap harus mengatur lensa pada fokus manual, kamera akan susah untuk fokus akurat pada jarak dekat seperti itu. dan memotret dalam mode aperture priority untuk bisa kontrol atas depth of field



3. Posisikan kamera

Dengan memposisikan kamera dekat dengan subjek. Meskipun kita dapat memegang kamera dalam kondisi terang, tapi lebih baik lagi kita gunakan tripod, untuk menghindari guncangan dari tangan kita.



4. Pertajam fokus

Fokus yang akurat sangat penting dalam memakai tabung ekstensi. saat kamera dalam posisi, sempurnakan fokus dengan menggunakan cincin fokus pada lensa. kalo rentang fokus mungkin perlu untuk menggerakan kamera mundur atau maju.
More aboutExtention Tube: Cara Murah Makro Ekstrim Close-up

Tips Fotografi Bagaimana Menguasai Pemotretan Cahaya Rendah

By herry on Selasa, 07 Mei 2013

Tips Fotografi Bagaimana Menguasai Pemotretan Cahaya Rendah Atau Low Light

Bagaimana pengaturan terbaik dan metode yang digunakan ketika kita memotret pada cahaya rendah atau low light seperti yang di kutip dari Digital Camera World


foto: digital camera world

Mulai dari dalam interior remang-remang atau bila memotret outdoor waktu sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, memotret pada cahaya rendah memberikan tantangan tersendiri yang sangat berbeda daripada pemotretan dalam kondisi banyak cahaya.

Pasti kita sulit untuk mendapatkan eksposur yang tepat bila dengan menggunakan mode otomatis (auto) dalam kondisi kurang cahaya, sehingga harus menguasai mode Manual.

Kondisi seperti ini juga bisa membuat hal-hal lain seperti fokus dan white balance yang lebih menantang, tapi pemotretan dalam cahaya rendah dapat menghasilkan gambar yang menakjubkan.

Mengatur eksposure dalam cahaya rendah

Memotret dalam kondisi kurang cahaya adalah tantangan dengan pengaturan eksposur kamera kita, terutama jika pakai salah satu mode eksposur otomatis. atasi dengan beralih ke mode manual.

Jika subjek berisi tonal terutama gelap kamera Anda akan over-ekspos gambar Anda. Ini mudah terlihat, karena akan ada terlalu banyak detail dalam daerah bayangan .

Perlu mengambil tes gambar, dan kemudian memeriksa grafik histogram. bila ada celah di sebelah kiri, gambar over-ekspos jadi perlu merubah kecepatan rana, aperture yang lebih kecil atau mengatur ISO yang lebih rendah.

Pengaturan eksposur dalam cahaya rendah ada beberapa keputusan:
Yaitu kita perlu menggunakan kecepatan rana untuk membekukan gerakan atau mencegah guncangan kamera jika kita pegang kamera dengan tangan, atau Anda lebih menempatkan kamera pada tripod dan menggunakan kecepatan rana yang panjang.

Saat gunakan kecepatan rana yang cepat dalam cahaya rendahperlu menaikan pengaturan ISO lebih tinggi, seperti 800 keatas. Tapi kalau pakai tripod harus menurunkan ISO lebih rendah seperti 200 kebawah untuk kualitas terbaik.

Memotret saat senja VS memotret saat malam



Senja

Lembut, cahaya yang dingin dalam waktu yang singkat yaitu sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam akan menghasilkan kondisi yang menakjubkan untuk fotografi.
 
Kita harus mencoba untuk memotret ketika masih ada beberapa warna dan detail yang tersisa di langit, tapi kita tidak punya waktu banyak untuk itu.
Sebagian besar cahaya pada saat itu akan tercermin dari langit, dan cahaya biasanya sangat lembut, dan memiliki warna biru.

Tingkat cahaya senja akan sangat rendah maka sangat cocok dengat teknik long exposur, seperti mengaburkan awan bergerak atau air. tapi kamera harus terpasang pada tripod.

Nightscapes

Mulai lampu jalanan dan lalu lintas kendaraan hingga ke cahaya bulan, banyak sumber cahaya yang dapat digunakan untuk foto yang bagus ketika setelah gelap.

Campuran lampu terang dan bayangan gelap kota setelah gelap jadi gambar yang sempurna untuk memotret nightscapes .

Menjaga foto agara tidak noise

Untuk meminimalisir noise pada saat kita ambil gambar dengan long eksposur, pastikan fungsi noise reduction pada kamera kita di posisi "ON".

Cara memotret dengan tangan dalam cahaya rendah

Cara untuk mengatur kamera saat pemotretan dengan tangan / handheld (tanpa tripod) dalam cahaya rendah



1. Setting ISO

Naikan ISO ke lebih tinggi seperti 800 keatas, lalu periksa kecepatan rana yang di butuhkan untuk naikan lagi ISO 1600 atau 3200 bahkan lebih tapi hati-hati dengan noise.



2. Tetap stabil

Pada lensa atau kamera yang memiliki fasilitas stabilisasi gambar posisikan pada posisi ON untuk mengurangi  kamera goyang. tapi ini tidak akan membantu mengurangi blur bila disebabkan gerakan subjek.



3. Fokus bantuan

Jika kita perlu menggunakan autofocus, pastikan itu diatur untuk menggunakan fokus center AF point, karena pada sebagian besar kamera ini adalah titik paling sensitif dan akurat dalam kondisi cahaya rendah.
More aboutTips Fotografi Bagaimana Menguasai Pemotretan Cahaya Rendah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...